Kamis, 28 Juli 2011

Orang Bilang Ini Tes IQ

Ketika pelajaran Kewirausahaan, guruku menyajikan game soal seperti ini...

Dengan nada cepat beliau berkata, "Siapkan kertas dan alat tulis. Baca 1 soal dan jawab dalam waktu 2 menit.

(Nah, udah siap tuh, baru slide mulai berjalan, proyektor jadi penerangan di kelas yang lumayan redup cahaya.)

1. Bagilah 30 dengan setengah kemudian hasilnya silakan ditambahkan dengan 10, maka berapa hasil akhirnya?

2. Ada sebuah ruangan berbentuk kubus. Penerangan dalam ruangan itu adalah lampu berwarna merah, terdapat di setiap sudut ruangan. Dinding ruangan tersebut bercat merah. Kemudian ada seeokor beruang kutub masuk ke ruangan tersebut melalui jendela yang tersedia. Pertanyaannya, apa warna beruang itu?

3. Ambil 2 apel dari 5 apel yang ada. Sekarang berapa apel yang kamu punya?

4. Ada berapa banyak angka 9 dalam urutan angka 1-100?

5. Ada seorang pasien di sebuah kamar dalam rumah sakit. Kemudian seorang dokter masuk ke kamar pasien tersebut sambil memberinya 3 pil obat. Sebelum pergi, dokter tersebut berpesan pada sang pasien untuk meminum satu butir pil obat setiap setengah jam. Pertanyaannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 3 pil obat itu?

6. Kamu mempunyai sebatang korek api dalam bungkusnya. Lalu kamu memasuki sebuah ruangan yang sangat gelap. Dalam ruangan tersebut ada lilin, ada lampu minyak, ada obor,dan  ada tempat perapian. Kamu butuh penerangan diruangan tersebut, semuanya bisa digunakan untuk penerangan. Pertanyaannya, penerangan apa yang akan kamu nyalakan pertama kali?

7. Kamu sedang mengikuti lomba lari. Berlari cepat membuatmu berhasil menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisimu nomor berapa?

8. Jika kamu menyalip orang di posisi terakhir, sekarang kamu di posisi nomor berapa?

9. Dalam satu tahun, ada sebagian bulan yang memiliki 30 hari dan sebagian bulan lainnya 31 hari. Jadi, ada berapa bulan yang memiliki 28 hari?

10. Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . Tambahkan 1000 lagi . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000. Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?

Setelah buru-buru menjawab setiap soal yang diajukan, Bu guru mencocokkan jawaban kami.

Nomor 1 jawabnya
70 (karena 30:1/2= 60. 60+10=70)

Nomor 2 jawabnya
Putih (karena beruang kutub warnanya memang putih)

Nomor 3 jawabnya
2 apel (karena cuma disuruh ambil 2 apel aja)

Nomor 4 jawabnya
20 (karena, 9, 19, 29, 39, 49, 59, 69, 79, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99) [hitung aja ada berapa sembilan tuh...]

Nomor 5 jawabnya
1 jam (karena pasien meminum 1 pil pertama saat itu juga setelah dokter memberinya pil, lalu menunggu setengah jam buat meminum pil kedua dan setengah jam lagi untuk menghabiskan pil ketiga)

Nomor 6 jawabnya
Korek api (jelas korek api duluan yang harus dinyalakan, karena penerangan yang lain nda bisa nyala kalo nda disulut korek api dulu)

Nomor 7 jawabnya
Posisi Nomor 2 (nda mungkin nomor 1, yang diselip posisi 2 kok)

Nomor 8 jawabnya
Gimana caranya mau menyalip orang di posisi terakhir (logika aja)

Nomor 9
Ada 12 bulan(memangnya bulan apa yang nda sampai 28 hari?)

Nomor 10
jawabnya 4100 (hitung aja pake kalkulator....

Salam - Tanpa Lilin - Sunthi Fatimah

Selasa, 19 Juli 2011

Kebijaksanaan

" Sebijak Apa? "

Aku punya cerita nih, kuharap kalian belum pernah mengetahuinya. Hahahahha

Suatu hari, seorang Ibu bersama anaknya yang masih bayi berumur seminggu ingin pergi keluar negeri. Dengan transportasi pesawat yang baru lepas landas, si Ibu dan bayinya duduk dengan tenang dikursi penumpang. Sang Ibu tengah bercandaan dengan bayi mungilnya. Sesekali sang bayi tertawa melihat Ibunya berbicara dengannya.

Sedangkan di sebuah rumah sakit, seorang anak tengah berbincang dengan Bundanya yang terbaring lemas di tempat tidur. Sang anak hanya bisa menampilkan senyum semangat diwajahnya, jemarinya menggenggam erat tangan sang Bunda sambil terus berucap kata-kata yang menguatkan Ibundanya untuk tetap tegar dengan kondisinya. Tak lama ponselnya berdering, itu telepon dari perusahaan yang dipimpinnya.

Kembali ke pesawat, si bayi kini terlelap dan Si Ibu tak henti-henti mengagumi wajah anaknya yang mungil itu. Harapannya untuk masa depan kelak.Tiba-tiba lampu alaram berdering kencang memekikkan telinga. Suasana damai yang baru tercipta kini berubah jadi kegelisahan. Sang bayi terbangun dari tidurnya dengan napas tersengal. Suara pramugari mulai terdengar, "Harap para penumpang memakai selang oksigen. Maaf ada gangguan dalam pesawat, ada kerusakan yang tak terduga. Diharapkan penumpang memakai selang oksigen segera. Ada kesalahan teknis, kami akan melakukan pendaratan darurat." Napas sang Ibu dan bayi tersengal nyaris habis. Didepannya tersedia selang oksigen yang siap dipakai. Dengan cekat dia raih.

Dalam waktu bersamaan di rumah sakit, seorang pimpinan perusahaan besar tengah mendapat kabar bahwa perusahaannya sedang di demo. Dia terancam bangkrut, jika dia tidak pergi memenuhi panggilan para pendemo saat ini, riwayat perusahaannya akan lenyap. Dia ingin pergi mengurusi pekerjaannya, tapi sang Ibundanya sebentar lagi harus operasi. Terngiang ditelinganya permintaan Ibundanya, "Temani Bunda operasi, nak. Penuhi permintaan Ibu yang terakhir, Nak." Dia bingung, ingin sekali dirinya menemani sang Bunda operasi. Bahkan kemungkinan berhasil sangat kecil dalam operasi itu, setidaknya ada kemungkinan berhasil. Sedangkan perusahaannya terancam bangkrut saat ini. Dan operasi sang Bunda membutuhkan biaya besar secepatnya. Dia tak ingin menjadi durhaka pada orang tua dan tak ingin bangkrut demi kesembuhan Ibundanya. Dalam waktu singkat dia harus memutuskan, perusahaan atau Ibunda?

Dalam pesawat, sang Ibu bingung mendapati dirinya dan anaknya karena yang tersedia hanya satu selang oksigen, dia bingung. Dua orang tapi hanya satu selang oksigen, waktunya sangat singkat untuk berpikir panjang.

[Nah, gimana menurut kalian dengan pilihan-pilihan yang diajukan untuk diputuskan dalam waktu singkat? Hahahaha, nih kelanjutan ceritanya..]

Sang Ibu memutuskan dia duluan yang memakai selang oksigen.

Sang anak pun memutuskan untuk mengurus perusahaannya.

Alasannya :

Jika sang Ibu meninggal kehabisan napas, bagaimana kondisi anaknya yang masih berumur seminggu itu? Sendirian di kursi pesawat yang tengah panik. Tak berdaya dan akhirnya tamat juga riwayatnya. Dua nyawa sekaligus. Tapi, jika Ibunya yang terlebih dahulu minimal satu nyawa bisa selamat. Bahkan jika beruntung, dia bisa mengontrol pembagian selang oksigen untuk dirinya dan anaknya secara bergantian.

Sang anak lebih memilih perusahaan, karena dia butuh biaya besar untuk sang Ibunda. Meskipun dia tak bisa memenuhi permintaan terakhir yang diajukan sang Ibunda. Toh hal itu dilakukan demi sang Ibunda karena dia tak ingin kehilangan Ibunya. Jika dia bangkrut, Ibunya takkan bisa operasi. Andai dia memilih untuk menemani Ibunda disaat-saat terakhirnya, Ibundanya takkan bisa lepas dari penyakit mematikan yang dideritanya karena tak punya biaya operasi dan perusahaannya bangkrut total. Jika dia beruntung, dia bisa menyelamatkan perusahaannya dan Ibunda.

Pesannya :
Ambil keputusan dari beberapa pilihan yang ada dengan memperhatikan prioritas, kesanggupan, dan cangkupan dampak baiknya. Lalu putuskan dengan bijak dan berani.
Kalau Tidak Cepat Takkan Berhasil...

Salam -Tanpa Lilin- Sunthi Fatimah